Membuat Sumur Resapan Air Hujan

Sebuah artikel yang sangat bagus untuk tetap menjaga kelestarian alam kita..

Image

Konstruksi Sumur Resapan.

Semakin lama, penggunaan air tanah semakin banyak. Sayangnya peningkatan penggunaan air tidak seirama dengan jumlah air yang ada di dalam bumi. Kekurangan air tanah dapat berakibat bencana kekeringan saat musim kemarau.

Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi muka air tanah akan semakin turun, sehingga akan menyulitkan memperoleh air tanah untuk keperluan pertanian dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menanggulangi kekurangan air tanah adalah dengan membuat sumur resapan air tanah. Sumur resapan merupakan salah satu konservasi air yang bisa dilakukan. Dengan muka air yang tetap terjaga atau menjadi lebih dangkal. Air tanah dapat dimanfaatkan saat terjadi musim kemarau.

Sumur resapan merupakan sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan/aliran permukaan agar dapat meresap ke dalam tanah.

Untuk membuat sumur resapan dibutuhkan pipa paralon, besi, beton, dan seng/plastik. Air hujan yang jatuh di genting rumah, ditampung menggunakan seng/plastik, selanjutnya air tersebut dialirkan melalui paralon menuju sumur resapan. Sedangkan beton atau batu bata digunakan sebagai dinding sumur resapan.

Persyaratan yang harus dipenuhi untuk membuat sumur resapan adalah:

  • Sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah yang berlereng, curam atau labil
  • Sumur resapan harus berjarak minimal lima meter dari tempat penimbunan sampah dan septic tank dan berjarak minimal satu meter dari fondasi bangunan
  • Kedalaman sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. Kedalaman muka air (water table) tanah minimum 1,5 m pada musim hujan.
  • Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah (kemampuan menyerap air) minimal 2,0 cm per jam.

Sebelum membangun sumur resapan, sebaiknya Anda melakukan hal-hal berikut:

  • Melakukan analisis curah hujan. Analisa ini dimaksudkan unuk menghitung intesitas curah hujan maksimum pada periode ulang tertentu. Dengan mengetahui intesitas curah hujan maksimum, maka kapasitas sumur resapan akan dapat dihitung.
  • Menghitung luas tangkapan hujan. Dengan mengetahui intesitas curah hujan maksmum dengan periode ulang tertentu akan dapat dihitung besarnya debit aliran.
  • Analisis lapisan tanah/batuan. Lapisan tanah terdiri dari beragam lapisan (tanah berlempung, pasir berlempung, dan gravel atau kombinasi lapisan tersebut). Sumur resapan akan efektif bila dibuat sampai pada daerah dengan lapisan batuan yang terdiri pasir atau gravel.
  • Memasang sumur. Sumur resapan dapat dibangun dengan menggunakan besi beton dengan lapisan porus atau susunan batu bata yang disusun secara teratur.

Proses pembuatan sumur resapan sebagai berikut:

  • Siapkan lahan yang akan digunakan sebagai sumur resapan
  • Buat sumur dengan diameter 80 – 100 cm sedalam 1,5 m dan tidak melebihi muka air tanah.
  • Untuk memperkuat dinding tanah, pasang bis beton atau batu bata (tanpa plester).
  • Gunakan pipa paralon untuk membuat saluran pembuangan dari sumur resapan menuju parit yang berfungsi membuang limpahan air saat sumur resapan kelebihan air. Ketinggian pipa pembuangan harus lebih tinggi dari muka air tanah tertinggi pada selokan drainase jalan tersebut.
  • Isi lubang sumur dengan koral hingga 15 cm.
  • Tutup bagian atas sumur dengan plat beton.

Sumur resapan yang ada di rumah akan meminimalisir air hujan yang terbuang karena air hujan yang tertampung di genting akan menuju ke sumur resapan melalui paralon.

Selamat mencoba

Sumber: alamendah.wordpress.com, pla.deptan.go.id, dan kelair.bppt.go.id

Sumber gambar: alamendah.wordpress.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s