Air-dan-Pipa Analogi untuk Hukum Ohm

Hukum Ohm juga dapat kita pahami jika Anda menerapkannya pada analogi air-dan-pipa. Jika kita memiliki pompa air yang tekanannya (tegangan) untuk mendorong air di sekitar “sirkuit” (Arus) melalui Tahanan (resistansi), kita dapat model bagaimana tiga variabel saling berhubungan.

Jika resistensi terhadap aliran air tetap sama dan meningkatkan tekanan pompa, laju aliran juga harus meningkat.
Tekanan = Meningkat Tegangan = Meningkatkan
Laju alir = Meningkat Arus = Meningkat
Tahanan = Sama Resistance = Sama

Ohm hukum analogi (1)

Jika tekanan tetap sama dan meningkatkan daya tahan (membuat lebih sulit bagi air mengalir), maka laju alir harus menurunkan:
Tekanan = Sama Tegangan = Sama
Laju alir = Turun Arus = Turun
Tahanan = Meningkat Resistance = Meningkat

Ohm hukum analogi (2)

Jika laju alir adalah untuk tetap sama sedangkan resistensi mengalir menurun, tekanan yang dibutuhkan dari pompa tentu akan menurun:

Tekanan = Penurunan Tegangan = Penurunan
Laju alir = Sama Arus = Sama
Tahanan= Turun Resistance = Turun

Ohm hukum analogi (3)
Kesimpulan Air-dan-Pipe Analogi untuk Hukum Ohm

Dengan resistansi stabil, Arus mengikuti tegangan (Kenaikan tegangan berarti kenaikan Arus, dan sebaliknya).
Dengan tegangan stabil, perubahan Tahanan dan Arus berlawanan (peningkatan Arus berarti penurunan resistansi, dan sebaliknya).
Dengan Arus stabil, tegangan mengikuti Tahanan (peningkatan Tahanan berarti peningkatan tegangan).

Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s